Sejarah Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara

Dibentuk bersamaan dengan Kantor Regional XI BKN di Manado dan Kantor Regional XII di Pekanbaru, Kantor Regional X BKN mulai dibangun di sebuah kantor kecil di Jl. Letda Tantular No. 01, Renon, Denpasar pada 2006 lalu. Meski demikian, Kantor Regional X BKN terus berupaya maksimal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Kantor Regional X BKN Denpasar dibentuk berdasarkan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2006 tanggal 29 Maret 2006 tentang Pembentukan Kantor Regional X, XI, dan XII Badan Kepegawaian Negara. Perka BKN ini diterbitkan sebagai tindak lanjut surat persetujuan MENPAN No. B/761/M.PAN/3/2006 tanggal 23 Maret 2006 tentang persetujuan pembentukan Kantor Regional X, XI dan XII Badan Kepegawaian Negara. Pembentukan ketiga Kantor Regional ini dilaksanakan untuk meningkatkan pelayanan administrasi dan pengawasan dan pengendalian bidang kepegawaian di daerah secara efektif dan efisien. Drs. Djudjun Djuarma yang saat itu menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Program BKN diberi kepercayaan untuk menjadi orang nomor satu di Kantor Regional X BKN sesuai Keputusan Kepala BKN No. 106/KEP/2006 tanggal 31 Oktober 2006. Pelantikan Kepala Kantor Regional X BKN dilaksanakan tanggal 23 November 2006 oleh Gubernur Bali, Dewa Made Beratha bertempat di Kantor Gubernur Propinsi Bali.

Laskar 19

Nama tersebut muncul karena pada awal terbentuknya, pegawai Kantor Regional X BKN hanya berjumlah 19 orang yang terdiri dari satu orang Pejabat Eselon II, empat orang Pejabat Eselon III dan lima pejabat eselon IV dan sembilan orang fungsional umum (staff/pelaksana). Sementara itu, Kepala Bidang Bimtek dan 13 Pejabat Eselon IV masih kosong.Untuk menjalankan roda organisasi maka pada tanggal 12 Januari 2007 diadakan pelantikan seluruh Pejabat Eselon III dan Eselon IV oleh Kepala Kantor Regional X BKN.

Berkantor di salah satu gedung kantor dua lantai yang beralamat di Renon Denpasar pinjaman dari Pemerintah Propinsi Bali, Laskar 19 menjalankan tugas pokok dan fungsi Kantor Regional X BKN dengan sarana dan prasana yang sangat terbatas.

Di bawah kepemimpinan Drs. Djudjun Djuarma, para pegawai Kantor Regional X BKN memberikan pelayanan di bidang administrasi dan kepegawaian di Propinsi Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Dengan beban kerja sekitar 300.000 PNS, pelaksanaan tupoksi tidak terbatas pada bidang masing-masing. Setiap kegiatan dikerjakan secara bersama-sama dan saling membantu hingga pekerjaan selesai, tanpa memandang dari bidang atau bagian apa.

Gedung Baru, Semangat Baru

Pada tahun 2007 Kantor Regional X BKN ikut mendukung pelaksanaan rekrutmen CPNS untuk pertama kalinya. Pada tahun yang sama dilaksanakan pula pengadaan sarana dan prasarana termasuk pembelian tanah yang akan dijadikan lokasi gedung baru.

Akhirnya pada tahun 2008 mulai dilaksanakan pembangunan gedung Kantor Regional X BKN Tahap I yang terletak di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai no.646 Denpasar Selatan, Bali. Selain gedung, juga dilaksanakan pembangunan guest house dan rumah jabatan eselon II. Pembangunan Tahap II gedung di atas tanah seluas 2.500 m2 ini dilanjutkan pada tahun 2009. Pertengahan tahun berikutnya, tepatnya tanggal 30 Juni 2010, gedung Kantor Regional X BKN diresmikan oleh Kepala BKN dan Gubernur Provinsi Bali.

Selanjutnya Kantor Regional X BKN fokus pada penyelesaian Pembangunan Gedung Tata Naskah yang terletak di belakang gedung utama. Ini merupakan salah satu cita-cita Drs.Djudjun Djuarma yang belum sempat terwujud, dikarenakan memasuki masa purna tugas pada awal 2012. Gedung Tata Naskah akhirnya selesai dibangun dan diresmikan oleh Kepala BKN Eko Sutrisno pada 13 November 2014.

Tidak hanya sarana-prasarana fisik, Kantor Regional X BKN juga terus berupaya untuk memperhatikan pegawai sebagai aset berharga. Peningkatan kuantitas SDM dilakukan sesuai dengan kebutuhan pegawai, sementara peningkatan kualitas melalui pelaksanaan diklat, baik diklat prajabatan maupun dalam jabatan. Namun lagi-lagi kebersamaan dan keikhlasan menjadi kunci dari pelaksanaan pekerjaan.