Monthly Archives November 2016

Gandeng Kanreg X BKN, Kemenkumham Bali gelar Ujian PI dan Seleksi Peserta Diklatpim Tk.III

Denpasar. Selasa (29/11), Kanreg X BKN memfasilitasi Kemenkumham Bali dalam pelaksanaan Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah dan Seleksi Peserta Diklatpim Tk.III dengan menggunakan sistem CAT (Computer Assissted Test). Untuk Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah diikuti oleh 60 peserta, sementara Seleksi Peserta Diklatpim Tk.III diikuti 5 orang peserta.

pi-kumhamRita Rusmarti memberikan motivasi kepada seluruh peserta sebelum ujian dimulai

Rita Rusmarti selaku PLH.Kepala Divisi Administrasi Kanwil.Kemenkumham Bali berharap seluruh peserta dapat mengikuti dengan serius, karena ini merupakan salah satu persyaratan yang harus dilalui PNS untuk Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah. Pihaknya juga menambahkan tes ini bukan satu-satunya faktor yang akan menentukan kelulusan. “Diharapkan seluruh  peserta dapat mengikuti ujian dengan serius dan tidak menganggap hanya tes ini yang menjadi acuan untuk kelulusan. Karena masih ada faktor lainnya seperti faktor kinerja. Selain itu, dalam mengerjakan ujian gunakan pikiran dan hati dengan tenang,” ungkapnya.

Sementara itu, Drs. Sang Nyoman Dartana menyampaikan bahwa tes ini merupakan tes CAT dengan menggunakan komputer, sehingga pelaksanaan tes lebih akuntabel dan transparan. Ujian ini merupakan salah satu proses untuk mencapai kinerja yang lebih baik. Nyoman Dartana berharap seluruh peserta dapat mengikuti tes ini dengan penuh konsentrasi dan ketenangan dan mendapatkan hasil yang terbaik.

pi-kumham2Peserta tampak tegang mengerjakan soal ujian  di dalam ruang CAT

Soal yang diujikan dalam Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah ini antara lain 25 soal Tes Pengetahuan Umum, 20 soal Tes Intelegensi Umum, 20 soal Tes Karakteristik Pribadi dan 35 soal tes Subtansi. Sementara untuk Tes Diklatpim Tk.III terdiri dari 35 soal tes Kompetensi dasar, 40 soal Kompetensi Teknis dan 25 soal tes Karakteristik Pribadi. Seluruh peserta harus menyelesaikan semua soal tersebut dalam waktu 90 menit.

Saat ditanya usai ujian, beberapa peserta mengaku kesulitan saat menjawab soal, terlebih soal ujian dari bidang lain. Merekapun saling bercerita bagaimana menjawab soal ujian dan menunjukkan nilai-masing-masing sebagai perbandingan. (IRN)

Read more

Peringati HUT KORPRI ke 45, Presiden RI Ajak ASN Tingkatkan Profesionalisme

Denpasar. Memperingati Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Ke-45, Presiden RI Joko Widodo mengajak seluruh ASN untuk selalu Meneguhkan Netralitas dan Meningkatkan Profesionalismenya. Hal tersebut bertepatan dengan akan digelarnya pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak Tahun 2017. “Jadikanlah momentum Pilkada Serentak Tahun 2017 sebagai ajang ujian atas netralitas dan profesionalisme saudara-saudara untuk menerapkan Panca Prasetya KORPRI. Ingatlah bahwa pengabdian anggota KORPRI bukanlah kepada kepentingan kelompok maupun individu, melainkan kepada bangsa, negara dan rakyat.”

hut-korpri2Drs. Nyoman Dartana saat menyampaikan sambutan Presiden RI pada HUT KORPRI ke-45 Tahun 2016

Hal tersebut disampaikan PLT. Kakanreg X BKN Drs. Nyoman Dartana saat membacakan sambutan Presiden RI pada HUT KORPRI ke-45 Tahun 2016. Lebih lanjut ditambahkan, bahwa dalam era kompetisi global maka rakyat membutuhkan anggota KORPRI yang disiplin, bertanggungjawab dan berorientasi kerja. Selain itu juga fokus pada pelayanan publik yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat. Untuk itu, setiap anggota KORPRI haruslah menjadi aset bangsa yang menjadi bagian dari solusi bangsa, dan bukannya bagian dari masalah bangsa.

Menutup sambutannya, Presiden RI berharap KORPRI menjadi pusat inovasi dan tempat lahirnya inovasi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintahan, korps berperan menjaga kode etik profesi, standar pelayanan profesi serta mewujudkan Jiwa Korps Aparatur Sipil Negara sebagai pemersatu bangsa. (IRN)

hut-korpriPeserta upacara melakukan penghormatan saat pengibaran bendera
Read more

Demokratik Empatif Cukup Efektif Diterapkan Dalam Pola Asuh Anak

Denpasar. Menghadapi jaman di era digital, tentunya membuat orang tua harus memutar otak dalam menerapkan pola asuh anak, sehingga nantinya anak dapat berkembang sesuai dengan usia pertumbuhannya. Pola asuh secara demokratik empatif dinilai cukup efektif  dalam mengembangkan potensi anak secara optimal. Hal tersebut diungkapkan Dra. Retno IG.Kusuma, seorang psikolog yang hadir sebagai narasumber dalam seminar parenting bertema “Anak Masa Kini Ortu Masa Gitu” yang digelar Kanreg X BKN pada Senin (28/11).

parenting2Dra. Retno IG.Kusuma saat menjelaskan perkembangan otak kanan dan kiri pada laki-laki dan perempuan

Lebih lanjut dijelaskan, pola asuh demokratik empatif merupakan cara pengasuhan yang berbasis pada P & 3K, yaitu Perhatian, Kasih sayang, Konsistensi dan Kebutuhan Anak. Melalui Penerapan pola asuh ini akan tercipta suatu situasi yang akan membuat anak berkembang secara optimal dan menerima rangsangan/stimulasi dengan rasa nyaman dan aman. Pola asuh ini juga memakai unsur komunikasi asertif dan mengajarkan anak untuk mengekspresikan kebutuhan dan kondisikan secara jujur dan terbuka dengan bahasa positif. “Terkadang orang tua memberikan pertanyaan seakan menginterogasi sang anak, seperti misalnya belajar apa tadi di sekolah? Atau sudah makan atau belum?. Cobalah untuk merubah pertanyaan tersebut, seperti misalnya menceritakan kepada sang anak tentang perjalanan dari kantor hingga ke rumah. Dengan demikian anak pun akan bercerita dengan sendirinya tentang apa yang sudah dialaminya. Komunikasipun akan berjalan diantara orang tua dan anak.”

Selain itu, Psikolog yang juga pengasuh rubrik konsultasi anak di sebuah media cetak di Bali ini juga mengatakan bahwa pola asuh pada anak laki-laki dan perempuan juga memiliki perbedaan. “Pada usia enam hingga dua belas tahun, otak kanan dan kiri laki-laki akan mulai berkembang dan baru akan berkembang beriringan menginjak usia delapan belas tahun. Sehingga tidak heran jika anak laki-laki lebih banyak bermain daripada anak perempuan. Tetapi biarkan saja selama itu wajar. Bila orang tua melarang, maka anak akan semakin berani untuk melakukannya. Sementara pada perempuan, saat usia  nol hingga enam tahun otak kanan dan kiri perempuan tumbuh dengan kecepatan yang berimbang. Jadi tidak heran jika anak perempuan lebih rajin dan cepat belajar dalam menulis dan membaca daripada anak laki-laki.”

Menutup seminar parenting, Retno IG.Kusuma membuka sesi tanya jawab bagi 3 peserta serta pembagian doorprize. (IRN/YDN)

Read more

Pererat Kerjasama, Kanreg X BKN Gelar Pertandingan Persahabatan

volley

Denpasar. Memeriahkan HUT KORPRI ke 45, Kanreg X BKN menggelar sejumlah kegiatan olah raga. Tak hanya melibatkan pegawai, tetapi juga mengajak beberapa stakeholder seperti TASPEN, Bank Mantap dan BTPN. Jika sebelumnya, yakni pada Jumat, 18 November 2016 diadakan senam aerobik dengan melibatkan pihak Bank BTPN, maka pada Jumat (25/11) Kanreg X BKN mengajak Bank Mantap dan TASPEN dalam pertandingan persahabatan yang digelar di lapangan Volley Kanreg X BKN.

Drs. I Nyoman Darsana selaku PLT. Kakanreg X BKN mengatakan pertandingan persahabatan yang digelar Kanreg X BKN ini merupakan salah satu kegiatan untuk memeriahkan HUT KORPRI ke 45 serta memperkuat kerjasama diantara Kanreg X BKN dengan stakeholder. “Melalui kegiatan olahraga ini, diharapkan dapat  meningkatkan silahturahmi serta kerjasama dengan stakeholder Kanreg X BKN” ungkapnya. Ditambahkan, selain itu dapat menyehatkan badan serta pikiran sehingga semangat dan kinerja pun dapat meningkat.

Sementara itu, I Gede Agus Adi Sucipto selaku Kacab TASPEN Denpasar mengapresiasi Kanreg X BKN yang telah menggelar pertandingan persahabatan dengan melibatkan pihak TASPEN. Kegiatan olahraga bersama ini diharapkan dapat memperkuat tali silahturahmi sehingga dapat melakukan kerjasama untuk selanjutnya. “ Melalui pertandingan ini tentunya tidak mencari menang atau kalah. Karena disini untuk saling mengenal sehingga nantinya dapat lebih akrab dan kerjasama pun dapat terjalin untuk seterusnya,”tegasnya.

volley2Kedua pemain dari Bank Mantap (baju hitam) melakukan pertahanan saat pemain Kanreg X BKN melakukan smash (baju putih)

Pertandingan persahabatan ini dibuka dengan pemukulan bola volley pertama oleh Kacab. TASPEN Denpasar dan langsung dilanjutkan dengan pertandingan volley antara Kanreg X BKN dengan Bank Mantap. Pertandingan berlangsung cukup seru. Smash pemain dari masing-masing instansi cukup keras sehingga tak sedikit yang terjatuh saat menangkis smash. Sorak sorai penonton pun terdengar riuh saat salah satu pemain berhasil melakukan smash dan menambah satu angka di tiap babaknya. Meski sudah berjuang sekuat tenaga, namun pihak Bank Mantap berhasil mengalahkan Kanreg X BKN dengan skor 3-1.(IRN)

Read more

Cetak ASN Profesional melalui Pengembangan Softskill

Denpasar. Memasuki era yang serba digital, ASN semakin dituntut untuk lebih profesional dan berkualitas, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu perlu diberikan pelatihan yang tidak hanya di bidang teknis tetapi juga dalam softskill. Sehingga nantinya diharapkan dapat melakukan inovasi serta kreatifitas yang dapat menambah kualitas kerja. “Softskill dapat menumbuhkan inovasi dan kreatifitas, yang nantinya dapat berguna untuk menjawab perubahan yang terjadi dalam dunia pekerjaan, terlebih sebagai ASN yang kini dituntut semakin profesional.” Hal tersebut diungkapkan Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, MSIS saat memberikan pengarahan di kantor TVRI Bali pada Jumat (25/11), yang diikuti oleh seluruh pegawai TVRI Bali.

kepala-tvriKepala BKN (memegang mic) saat memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai TVRI

Lebih lanjut dijelaskan pula bahwa menciptakan sebuah inovasi tidak harus membuat sesuatu yang canggih. Inovasi dapat dilakukan dengan membuat sesuatu yang sederhana, namun dapat bermanfaat bagi masyarakat. Selain berinovasi, ASN juga harus berani kreatif dengan out of the box. Dalam hal ini, Bima mengajak seluruh pegawai untuk lebih berani dalam membuat sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. “Kreatif dapat dilakukan dengan Out Of The Box. Cobalah untuk keluar dari kotak dan membuat sesuatu yang berbeda dari sebelumnya atau yang pernah ada.”

Menutup pengarahan, Bima Haria Wibisana memotivasi seluruh pegawai TVRI yang sebagian besar tidak lagi muda untuk terus meningkatkan kualitas kerjanya, diantaranya dengan menantang diri sendiri agar lebih terpacu untuk berinovasi, meningkatkan kerjasama dalam sebuah teamwork serta memperkuat rasa nasionalisme. (IRN)

Read more