Monthly Archives September 2017

Semangat Sosok Pengungsi Gunung Agung Ikuti SKD CAT Kemenkumham

Denpasar. Gunung Agung yang sejak Jumat lalu (22/09) dinyatakan berstatus AWAS, mengakibatkan penduduk dalam radius 12 Kilometer dari Gunung Agung harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun demikian, banyak warga di Kabupaten Karangasem yang sudah mengungsi sebagai antisipasi terjadinya erupsi Gunung Agung. Termasuk I Nyoman Upadana, pria asal Desa Subagan, Karangasem.

Salah satu pengungsi, I Nyoman Upadana antusias mengikuti TKD CAT Kemenkumham

Meski dalam kondisi yang tengah menghadapi bencana, namun semangat I Nyoman Upadana untuk mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar kualifikasi SMA dalam penerimaan CPNS Kemenkumham cukup tinggi. Ditanya mengenai pengalamannya mengikuti ujian CPNS untuk pertama kalinya, pria yang baru saja menikah ini mengungkapkan dirinya tetap semangat meskipun saat ini gagal. “Saya ikut tes ini bersamaan dengan adanya bencana Gunung Agung serta harus mengikuti upacara pernikahan di rumah. Namun saya harus tetap melewati dengan tabah dan tetap semangat, meski gagal untuk saat ini,” katanya.

Ditambahkan, persiapan menghadapi ujian CAT juga tidak bisa maksimal. “Persiapannya tidak ada sama sekali. Selain tidak sempat belajar, baju untuk ujian saya tidak tahu, baju biasa saya pakai sekarang. Beruntung tadi ada peserta di sesi sebelumnya yang mau meminjamkan bajunya.”

I Nyoman Upadana yang meraih nilai total 285 dalam SKD CAT ini mengaku tidak mengalami banyak kendala dalam menjawab soal ujian, namun ia merasa kemampuannya masih kurang. Ditanya tentang keikutsertaannya dalam ujian CPNS selanjutnya, ia pun menjawab masih belum tahu.

Sementara itu, terkait banyaknya informasi tentang kondisi Gunung Agung, I Nyoman Upadana menegaskan saat ini masih aman dan kondusif. “Gunung Agung saat ini masih aman. Tidak seperti yang diberitakan di banyak media sosial bahwa sudah terjadi erupsi dan keluar awan panas. Hanya terjadi gempa yang masih dalam skala kecil.” (IRN)

Read more

GUNUNG AGUNG BERSTATUS AWAS, KANREG X BKN GALANG BANTUAN

Denpasar. Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali, sejak Jumat (22/09) dinaikkan statusnya dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas). Pemerintah segera menyarankan penduduk di radius 9 Kilometer dari Gunung Agung untuk mengungsi ke sejumlahtitik yang dinyatakan aman. Kanreg X BKN sebagai salah satu instansi pemerintah pusat yang terletak di Bali terketuk hatinya untuk memberikan bantuan serta melakukan sejumlah persiapan jika suatu saat ada pengungsi yang menuju Kota Denpasar.

Kakanreg tegaskan untuk segera bentuk Satgas

Hal ini dibahas dalam rapat KORPRI Kanreg X BKN pada Selasa (26/09) yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanreg X BKN Ida Ayu Rai Sri Dewi SH, M.Si didampingi Ketua KORPRI Drs. Abdul Salam Gassing M.Si. Dalam kegiatan ini, Kepala Kanreg X BKN menegaskan untuk segera dibentuk Satgas khusus untuk turut serta peduli dan memberikan bantuan kepada pengungsi Gunung Agung. “Segera bentuk satgas, sehingga dapat lebih mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk pengiriman bantuan berupa uang maupun logistic ke lokasi pengungsian. Selain itu, koordinasi juga dengan dinas terkait mengenai perkembangan Gunung Agung serta kebutuhan yang menjadi prioritas bagi pengungsi. Sebaiknya penggalangan dana dilakukan di tingkat internal terlebih dahulu,” tegasnya.

Ida Ayu Rai Sri Dewi juga mengingatkan kepadaPanitia CAT untuk membantu peserta SKD CAT yang merupakan pengungsi Gunung Agung, yang tidak mengenakan bajuputih. “Bisa juga membantu peserta CAT yang merupakan pengungsi dari Karangasem, yang menggunakan pakaian tidak sesuai tatatertib, mungkin bajunya tidak putih atau sepatunya yang salah warna. Sebaiknya kita bantu,” ungkapnya.

Ditambahkan Abdul Salam Gassing, seperti halnya bencana Gunung Sinabung, tidak dapat diprediksi sampai kapan penduduk sekitar Gunung Agung akan terus mengungsi. Karenaitu, kebutuhan logistic serta kebutuhan bagi Balita dan Lansia mungkin bias menjadi prioritas dalam mengumpulkan bantuan. Pihaknya juga meminta tim Satgas yang telah ditunjuk dapat segera menyiapkan konsep program strategis kegiatan yang akan dilakukan, mengidentifikasi keluarga pegawai yang terkena dampak langsung serta mempersiapkan pola evakuasi seandainya gunung meletus.

Berdasarkan data per 24 September 2017 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, saat ini jumlah pengungsi mencapai 34.834 yang tersebar di beberapa lokasi , diantaranya Klungkung, Sidemen, Bandem, Rendang, Manggis serta beberapa daerah di Kabupaten Karangasem yang masih aman. Kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah, mengingat ada beberapa penduduk yang masih tinggal di sekitar Gunung Agung dan tidak mau mengungsi karena menjaga hewan ternak mereka. (IRN)

Read more

3.725 PESERTA HARUS BERKOMPETISI DALAM SKD

Denpasar. Usai mengikuti seleksi tahap kedua yakni verifikasi berkas dan pengukuran tinggi badan, akhirnya 3.725 pelamar CPNS Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) kualifikasi Diploma dan SMA sederajat untuk wilayah Bali dinyatakan lulus mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (Kanreg X BKN) yang digelar Senin (25/09) hingga Minggu (01/10). Dalam hari pertama tes, Staf Ahli Kemenkumham RI Dr. Ambeg Paramarta SH, M.Si hadir untuk memantau jalannya SKD didampingi Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Maryoto Sumadi beserta jajarannya dan Kepala Kanreg X BKN Ida Ayu Rai Sri Dewi.

Sebelum membuka SKD, Ida Ayu Rai Sri Dewi dan Ambeg Paramarta memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk selalu berdoa dan yakin dengan kemampuan diri sendiri sehingga mampu berkompetisi dalam seleksi penerimaan CPNS Tahun 2017. Diharapkan, pelaksanaan SKD untuk kualifikasi Diploma dan SMA dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

“Tes ini diselenggarakan tidak setiap tahun dan pelaksanaannya pun menggunakan sistem CAT dengan prinsip cepat dan akuntabel. Kelulusan seluruh peserta tergantung dari kemampuan masing-masing. Kalian harus berhasil dengan tangan sendiri bukan dengan pertolongan orang lain. Waspada terhadap penipuan penerimaan CPNS, “ ungkap Kepala Kanreg X BKN Denpasar.

Suasana saat pengarahan sebelum SKD oleh Staf Ahli Kemenkumham RI Dr. Ambeg Paramarta SH, M.Si

Ditegaskan pula oleh Ambeg Paramarta, melalui CAT maka seluruh lapisan masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dalam mengikuti seleksi penerimaan CPNS. “Sebelum CAT penerimaan PNS di lingkungan pemerintah sarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, sehingga hanya mereka yang memiliki akses kekuasaan dan ekonomi yang memiliki kesempatan besar untuk diterima sebagai PNS. Namun masa itu sudah berakhir. Sekarang semua ditentukan kompetensi yang dimiliki masing-masing peserta, seperti yang disampaikan Kakanreg. Lulus atau tidaknya ditentukan oleh diri sendiri bukan karena bantuan orang lain,” tegasnya.

Ditambahkan pula, ujian berlangsung secara akuntabel dan transparan. Dengan sistem CAT dapat langsung diketahui nilai akhir SKD, bahkan keluarga yang menunggu diluar juga bisa memantau serta melihat perkembangan melalui layar monitor di luar. Seluruh rangkaian seleksi juga diawasi oleh Kemenkumham, BKN serta Ombudsman, sehingga jika terjadi penyimpangan akan lebih mudah diketahui.

Tak hanya memantau melalui ruang monitoring CAT, Ambeg juga melakukan pemantauan  live score serta berbincang dengan peserta SKD

Sementara itu, pelaksanaan SKD di wilayah kerja Kanreg X BKN terbagi dalam lima (5) lokasi. 3.725 peserta untuk wilayah Bali mengikuti SKD di Kanreg X BKN Denpasar. Sementara di Nusa Tenggara Barat digelar di dua (2) lokasi, yakni di Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi BKN Mataram yang diikuti 2.352 peserta dan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diikuti sejumlah 4.426 peserta. Di Nusa Tenggara Timur juga digelar di dua (2) titik lokasi. Pertama di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STIKOM) Uyelindo Kupang yang diikuti sejumlah 3.750 peserta dan kedua di Kantor Wilayah Kemenkumham Nusa Tenggara Timur yang diikuti sebanyak 1.723 peserta. (IRN)

Read more

GANTI BAJU, SALAH SATU PESERTA TERLAMBAT IKUTI SKD

Denpasar. Dengan nafas yang terengah-engah dan keringat yang bercucuran, salah satu peserta tampak berlari kecil ke arah ruang registrasi. Namun sebelum melakukan registrasi, pihak panitia tidak memperbolehkannya mengikuti ujian. Apa alasannya? Ternyata peserta tersebut terlambat datang untuk mengikuti ujian di sesi pertama. Wajahnya pun tampak murung dan lesu. Saat ditanya pihak panitia, salah satu peserta yang tidak mau menyebut namanya ini mengaku terlambat karena “Saltum” atau salah kostum. Karena itu ia harus bergegas pulang berganti pakaian dan mengantar ibunya yang sedang sakit. “Tadi pagi pukul 6 pagi saya sudah disini, tetapi karena tidak memakai baju putih akhirnya harus pulang sekalian mengantar ibu yang sakit untuk periksa. Sudah buru-buru di jalan, ternyata telat juga” ungkapnya.

Karena terlambat, salah satu peserta tidak bisa mengikuti SKD

Jarak dari Kanreg X BKN menuju rumahnya di Dalung tidaklah dekat dan memakan waktu hingga satu jam. Lelaki asal Karangasem yang tinggal di daerah Dalung ini juga menambahkan pihaknya sudah mempersiapkan diri mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Dasar dalam penerimaan CPNS di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM RI. “Selain ikut simulasi CAT, saya juga banyak baca buku untuk menghadapi ujian hari ini.”

Tak patah semangat, lelaki yang masih berusia 22 tahun ini juga memantapkan tekadnya untuk mendaftar lowongan CPNS di lain kesempatan. Sambil memegang tasnya, ia pun kembali menanyakan kapan pemerintah akan mengadakan lowongan CPNS lagi, seakan masih berharap dapat mengikuti seleksi CPNS untuk selanjutnya. Pihak panitia pun menyarankan untuk mengecek pengumuman di website sscn, karena hari ini merupakan hari terakhir pendaftaran seleksi CPNS di Kementerian lain. Namun, jika memang belum dapat mengikuti seleksi CPNS tahun ini, dapat mengikuti seleksi di tahun-tahun berikutnya. (IRN)

Read more

25.358 Sarjana Hukum Bersaing dalam SKD di 30 Lokasi

Setelah pendaftaran online CPNS untuk Mahkamah Agung (MA) ditutup pada 26 Agustus 2017, data BKN menunjukkan bahwa hanya 25.358 peserta dari 30.715 total pelamar MA (formasi umum, cumlaude, dan putra/i Papua) yang dinyatakan lolos administrasi dan berhak melanjutkan tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT BKN). SKD Calon Hakim MA tersebut mulai digelar Senin, 18 September 2017 dan akan berlangsung sampai  22 September 2017 mendatang.

Data BKN memperlihatkan terdapat 30 (tiga puluh) titik lokasi pesebaran pelaksanaan SKD Calon Hakim MA, yakni di Kantor Pusat BKN Jakarta, seluruh Kantor Regional BKN, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN dan secara mandiri bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat.

Sementara itu data Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) BKN per 18 September 2017 pukul 15:28 wib menunjukkan terdapat 5 K/L dengan peminat pelamar terbanyak yakni: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (85.733 orang); Kementerian Kesehatan (72.234 orang); Kementerian Keuangan (64.470 orang); Kejaksaan Agung (40.795 orang); dan Kementerian Perhubungan (39.966 orang).

Selanjutnya untuk 5 (lima) K/L dengan peminat pelamar paling sedikit terdapat pada Lembaga Sandi Negara (24 orang); Kementerian Koordinator Perekonomian (124); Badan Pengawas Tenaga Nuklir (329 orang); Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (508 orang); dan Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial (523 orang). Sementara total pelamar SSCN periode dua rekrutmen CPNS 2017, terhitung sejak 11 September 2017 berjumlah 605.710 orang. (sumber : www.bkn.go.id)

Read more