Kanreg X BKN Denpasar Sosialisasikan Profiling ASN 2026 Untuk Perkuat Implementasi Manajemen Talenta
Denpasar . Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (BKN) Denpasar menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Profiling ASN Tahun 2026 bagi instansi pemerintah di wilayah kerja Kanreg X BKN pada Rabu (8 /07) secara daring. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan instansi pemerintah daerah di wilayah kerja Kanreg X BKN tersebut sebagai upaya memperkuat implementasi sistem merit melalui manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan bertujuan menyamakan persepsi mengenai kebijakan dan mekanisme profiling ASN tahun 2026.
Kepala Kanreg X BKN, Satya Pratama, dalam sambutannya menegaskan bahwa profiling ASN menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan manajemen talenta dan penerapan sistem merit di lingkungan instansi pemerintah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang telah berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan profiling ASN sebelumnya.
“Pelaksanaan profiling ASN tahun 2025 telah diikuti lebih dari 1.600 peserta yang berasal dari 44 instansi pemerintah daerah di wilayah kerja Kanreg X BKN. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pengelolaan talenta ASN secara lebih terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis dan sesi diskusi yang dipandu oleh Ni Komang Ety Hertiani bersama narasumber dari Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN, yaitu Suparlan, Ima Saraswati, dan Abdullah Faqih.
Dalam paparannya, Suparlan menjelaskan bahwa Profiling ASN Tahun 2026 difokuskan pada penguatan implementasi sistem merit melalui pendekatan manajemen talenta dengan lima instrumen pengukuran, yakni penilaian kompetensi, analisis potensi, preferensi karier, literasi digital, dan DNA talenta. Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar penyusunan peta talenta ASN sekaligus mendukung pengambilan keputusan dalam manajemen kepegawaian.
Selain itu, profiling ASN juga diarahkan untuk mendukung proses identifikasi dan penyiapan suksesor bagi jabatan manajerial, khususnya pada posisi-posisi strategis yang membutuhkan pengisian jabatan secara cepat dan tepat berdasarkan kompetensi serta potensi pegawai.
Pada sesi berikutnya, narasumber turut memaparkan implementasi Program Manajemen Talenta Pro ASN Tahun 2026 yang mencakup aspek sosial kultural, potensi manajerial, literasi digital, preferensi karier, serta DNA talenta. Program dengan durasi pelaksanaan selama 180 menit tersebut diperuntukkan bagi ASN yang belum memiliki data penilaian kompetensi yang valid dan tidak dikenakan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta terkait validitas data kepegawaian, mekanisme penentuan peserta, hingga kesiapan instansi dalam melakukan pemutakhiran data pada Sistem Informasi ASN. Antusiasme peserta menunjukkan komitmen bersama untuk mewujudkan pengelolaan ASN yang profesional, adaptif, dan berbasis talenta guna mendukung pelayanan publik yang semakin berkualitas. (GC)











