Seleksi PPPK Tahap II Dimulai Serentak di 6 Tilok Mandiri BKNWilayah Kerja Kanreg X Denpasar:Lancar, Berintegritas, dan Mendekatkan Layanan

Denpasar, 5 Mei 2025 — Hari pertama pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Tahun 2025 di wilayah kerja Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (BKN) Denpasar berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di enam titik lokasi (tilok) mandiri BKN yang tersebar di tiga provinsi, yakni Tilok Mandiri BKN Denpasar, Mataram, Labuan Bajo, Ende, Kupang, dan Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Keenam tilok ini merupakan dedikasi BKN dalam memperluas jangkauan dan mendekatkan layanan fasilitasi seleksi bagi peserta dari berbagai daerah di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran titik lokasi mandiri ini memberikan akses yang lebih mudah dan efisien, mengurangi beban transportasi serta mendekatkan harapan masyarakat terhadap seleksi ASN yang berkualitas dan berintegritas. Suasana semangat dan kesiapan tampak sejak pagi hari. Para peserta hadir dengan semangat dan optimisme tinggi, berharap dapat lolos seleksi dan menjadi bagian dari pelayanan publik yang profesional. Di berbagai titik lokasi, para panitia tampak sigap menyambut dan memfasilitasi peserta sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Dalam pembukaan seleksi di hari pertama ini, sejumlah kepala daerah hadir langsung di lokasi masing-masing untuk memberikan arahan, semangat, dan dukungan kepada para peserta. Kehadiran para kepala daerah ini menunjukkan komitmen dan perhatian pemerintah daerah terhadap proses seleksi ASN yang berkualitas. Mereka menyampaikan pesan-pesan moral penting tentang integritas, profesionalisme, dan semangat melayani yang harus dimiliki setiap aparatur sipil negara.

Sebelumnya, serangkaian persiapan intensif telah dilakukan oleh tim pelaksana seleksi di bawah koordinasi Kantor Regional X BKN Denpasar. Persiapan tersebut mencakup uji fungsi sarana dan prasarana, instalasi aplikasi CAT OS, pengarahan teknis kepada seluruh tim pendukung, serta penandatanganan pakta integritas. Penandatanganan pakta integritas ini menjadi momen penting, sebagai bentuk komitmen kolektif untuk menghadirkan proses seleksi yang jujur, transparan, dan bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Tidak hanya itu, seluruh ruang ujian di tiap tilok juga telah melalui proses penyegelan sebelum hari pelaksanaan untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan fasilitas ujian. Penyegelan dilakukan dengan pengawasan ketat dan dokumentasi lengkap, memastikan semua prosedur dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Dr. Yudhantoro Bayu Wiratmoko, S.Kom, MMSI dalam keterangannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim pendukung di tilok-tilok mandiri yang telah menunjukkan dedikasi dan kerja sama luar biasa. “Kami mengapresiasi semua pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, instansi teknis, hingga para petugas teknis di lapangan. Semuanya telah bekerja keras memastikan bahwa seleksi ini berjalan sukses, lancar, dan penuh integritas,” ungkapnya.

Kehadiran tilok mandiri BKN yang tersebar di enam titik wilayah kerja Kanreg X Denpasar merupakan terobosan penting dalam pemerataan akses seleksi ASN. Banyak peserta mengungkapkan rasa syukur dan terbantu dengan adanya lokasi ujian yang lebih dekat dari tempat tinggal mereka. Salah seorang peserta dari Kabupaten Belu, yang mengikuti ujian di Tilok Mandiri BKN Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan, menyatakan bahwa ini pertama kalinya ia mengikuti seleksi dan merasa begitu dihargai sebagai peserta seleksi karena tidak harus bepergian jauh ke luar pulau. “Saya merasa lebih tenang dan siap karena tidak kelelahan dalam perjalanan. Ini sangat membantu, dan saya harap seleksi seperti ini terus dilaksanakan secara dekat dengan masyarakat,” ujarnya dengan mata berbinar.

Kakanreg menegaskan bahwa keberhasilan seleksi bukan hanya dinilai dari kelancaran teknis, tetapi juga dari integritas proses dan kepuasan peserta. Oleh karena itu, komitmen untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan transparansi tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan seleksi. Seleksi ini tidak hanya menjadi ajang rekrutmen, tetapi juga cermin dari kesungguhan negara dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, transparan, dan berorientasi pada pelayanan. Dan dengan kerja sama semua pihak, cita-cita seleksi yang sukses dan berintegritas bukanlah sekadar harapan, tetapi kenyataan yang tengah diwujudkan Bersama (boent).