Rangkaian Fasilitasi Seleksi PPPK Tahap II di Wilayah Kanreg X BKN Denpasar Berlangsung Lancar

Denpasar, 18 Mei 2025 – Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Tahun Anggaran 2024 di wilayah kerja Kantor Regional X BKN Denpasar resmi ditutup pada Minggu, 18 Mei 2025. Seleksi yang berlangsung selama hampir satu bulan, sejak 22 April 2025, mencakup tiga provinsi di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NT) dan tersebar di 25 Titik Lokasi (Tilok), terdiri atas 3 titik Kanreg/UPT, 6 mandiri BKN, dan 16 mandiri instansi. Di hari yang sama, titik lokasi Mandiri BKN Mataram yang berlokasi di BPSDM Provinsi NTB juga menyenggarakan rangkaian hari terakhir pelaksanaan seleksi.

Adapun total peserta seleksi yang terdaftar di ketiga wilayah sebanyak 79.707 orang, dengan tingkat kehadiran mencapai persentase 98,88% atau 78.818 peserta hadir, dan hanya 1,16% atau 927 peserta tidak hadir. Ini mencerminkan antusiasme dan kesadaran peserta akan pentingnya proses seleksi yang transparan dan kompetitif.

Dalam peninjauan hari terakhir di Tilok Mandiri BKN denpasar di Universitas Terbuka Denpasar, Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Dr. Yudhantoro Bayu Wiratmoko, S.Kom, MMSI, bersama Kepala Bidang Informasi Kepegawaian, Dr. I Ketut Buana, SE., M.Si., Ak., CA., menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah bahu-membahu menyukseskan fasilitasi seleksi PPPK Tahap II. Ini bukan hanya seleksi, tapi bentuk nyata komitmen kita membangun birokrasi yang kredibel dan melayani,” ungkap Kakanreg.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Kepegawaian menyoroti pentingnya literasi digital peserta dalam mendukung kelancaran proses seleksi. “Secara umum fasilitasi seleksi di 25 Tilok kali ini berjalan lancar. Peserta juga sangat kooperatif dan memiliki literasi yang baik. Hal ini tidak lepas dari peran inovasi aplikasi CBT X-Simulasi yang kami gagas sebagai media latihan dan simulasi sebelum hari-H,” paparnya.

Dari seluruh lokasi, skor tertinggi yang diraih peserta adalah 604 poin, sedangkan skor terendah adalah 67 poin. Fakta ini menunjukkan adanya variasi kemampuan yang menjadi dasar objektif dalam penilaian dan perekrutan. Dengan berakhirnya pelaksanaan ini, proses akan dilanjutkan ke tahap pengolahan hasil hasil dan pengumuman. Namun, lebih dari sekadar angka dan data, keberhasilan ini menegaskan bahwa dengan kolaborasi, transparansi, dan inovasi, proses seleksi ASN dapat menjadi ruang membangun kepercayaan dan masa depan birokrasi Indonesia yang lebih unggul.“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan seleksi agar lebih cepat, tepat, transparan, dan berintegritas. Karena dari sinilah lahir ASN unggul yang akan menjadi motor penggerak kemajuan negeri,” tutup Kakanreg. (Boent).