Dari Sharing Session Pusbang ASN #15, Dari Regional untuk ASN Melayani dan Menggerakkan

(Denpasar, 03/07/2025) Semangat transformasi birokrasi kembali digaungkan dalam kegiatan Sharing Session Pusbang Kepegawaian ASN #15 yang sukses digelar Kamis pagi oleh Pusat Pengembangan Kepegawaian ASN Kantor Regional X BKN Denpasar bekerja sama dengan Kantor Regional X BKN Denpasar. Dengan tema “Dari Regional untuk ASN yang Melayani dan Menggerakkan”, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dari daerah dapat memberikan kontribusi strategis dalam membangun pelayanan publik yang berdampak.
Mewakili Kepala Badan Kepegawaian Negara, Sekretaris Utama BKN, Hj. Imas Sukmariah, menyampaikan pesan penting bahwa BKN berkomitmen tinggi untuk terus bergerak menuju birokrasi yang berdampak dan adaptif. “Semangat inovasi harus menjadi kultur kerja, dan kami bangga unit-unit kerja seperti Kantor Regional X BKN Denpasar telah menunjukkan langkah konkret dalam menciptakan inovasi yang solutif dan aplikatif,” ungkapnya.
Dalam forum yang dihadiri lebih dari 1.950 peserta secara daring melalui Zoom dan 9.581 peserta yang mengikuti melalui live streaming YouTube, ditampilkan tiga inovasi unggulan dari Kanreg X BKN Denpasar yang saat ini turut berkompetisi dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025 Kementerian PANRB. Ketiga inovasi tersebut adalah:
- KMS MASN (Knowledge Management System Manajemen ASN): Platform e-learning yang dikembangkan khusus untuk penguatan literasi manajemen ASN secara fleksibel dan berkelanjutan.
- Struktur Organisasi Orbit: Pendekatan organisasi berbasis fleksibilitas dan kerja lincah (agile working) sebagai respon atas penyederhanaan birokrasi.
- Perencanaan Kebutuhan ASN Berbasis Potensi Daerah: Konsep strategis yang mendorong korelasi antara perencanaan kebutuhan ASN dengan potensi unggulan daerah yang digagas dan dimplementasikan sejak 2022.
Kedua narasumber utama, I Ketut Buana (Kepala Bidang Informasi Kepegawaian) dan Ida Ayu Widyantari (Pranata Komputer Madya), membagikan kisah di balik lahirnya inovasi-inovasi tersebut. “Inspirasi dan inovasi bisa datang dari mana saja, namun tidak akan bermakna tanpa adanya implementasi nyata di lapangan,” ujar I Ketut Buana dalam pemaparannya. Ia menekankan pentingnya keberanian ASN untuk memulai langkah kecil dengan dampak besar bagi organisasi dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Yudhantoro Bayu Wiratmoko, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran manajemen inovasi dan proses inkubasi gagasan. “Inovasi tidak lahir dari ruang hampa. Perlu keyakinan, keberanian, dan dukungan sistem yang mendorong ide sekecil apa pun menjadi solusi berdampak. ASN harus yakin bahwa apa yang dilakukannya hari ini bisa membawa perubahan bagi pelayanan publik di masa depan,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi praktik baik, tetapi juga sebagai wahana penguatan ekosistem inovasi ASN di seluruh Indonesia. Antusiasme peserta dari berbagai instansi pusat dan daerah menjadi cerminan bahwa semangat melayani dan menggerakkan melalui inovasi adalah kebutuhan bersama.
Dengan terlaksananya Sharing Session ASN #15 ini, BKN kembali menegaskan bahwa inovasi tidak harus datang dari pusat. Justru dari regional, dari akar rumput birokrasi dapat muncul solusi yang mampu menjawab tantangan zaman. Kegiatan ini juga menjadi penegas bahwa transformasi digital dan pelayanan berbasis data serta potensi lokal adalah keniscayaan menuju Indonesia Emas 2045. (diah).





