Bukan Sekadar Hasil Asesmen, X-POV #48 Ajak ASN Memahami Profil untuk Pengembangan Diri dan Karier

Denpasar – Kantor Regional X BKN Denpasar kembali menghadirkan X-POV Seri ke-48 dengan mengusung tema “PRO ASN UNLOCKED: Pahami Hasilnya untuk Pengembangan Diri dan Karier”, pada Selasa (6/10).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan disiarkan melalui kanal media sosial dan Youtube Kanreg X BKN ini menghadirkan Ni Komang Ety Hertiani, Asesor SDM Aparatur Ahli Madya sebagai narasumber. Mengangkat tema yang sedang trend belakangan ini dan dekat dengan kebutuhan pengembangan karier ASN yaitu program nasional BKN dalam rangka pemetaan potensi dan kompetensi ASN melalui program Profiling ASN yang sering disingkat ProASN, X-POV Seri ke-48 mengajak peserta untuk tidak berhenti pada sekadar mengetahui hasil ProASN tetapi memahami makna hasil tersebut dan bagaimana informasi yang diperoleh dapat menjadi bahan refleksi dalam menentukan langkah pengembangan diri dan karier.

Dalam pembukaannya, Satya Pratama Direktur Pengawasan & Pengendalian IV BKN, menyampaikan bahwa Profilling ASN memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai kondisi setiap individu mulai dari potensi kompetensi manajerial dan sosiokultural termasuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang kekuatan dan area pengembangan seorang ASN. Hasil profilling dapat membantu ASN sehingga lebih tepat dalam menentukan kebutuhan pengembangan dirinya. ASN pun dapat terus mengembangkan kompetensi melalui penyusunan rencana pengembangan melalui pelatihan pembelajaran mandiri.

Sementara Ni Komang Ety Hertiani, dalam paparannya mengajak ASN untuk melihat hasil profiling sebagai cermin untuk mengenali diri, bukan sebagai label yang membatasi ruang gerak dan peluang pengembangan. Pemahaman terhadap profil individu dapat membantu ASN mengenali kekuatan yang telah dimiliki sekaligus melihat aspek yang masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, ASN dapat lebih proaktif dalam menentukan bentuk pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dan arah kariernya. Hal tersebut sejalan dengan prinsip pengembangan talenta yang menempatkan profil talenta dan analisis kesenjangan kompetensi sebagai input dalam penyusunan rencana pengembangan talenta. Pengembangan selanjutnya dapat dilakukan melalui berbagai jalur, baik klasikal maupun nonklasikal, seperti pelatihan, sertifikasi, coaching, mentoring, magang, perluasan jabatan maupun pengayaan jabatan.

Tingginya antusiasme peserta juga terlihat dari pasrtisipasi ASN dari berbagai wilayah di Indonesia yang turut bergabung dalam kegiatan ini. Tidak hanya dari wilayah kerja Kanreg X BKN, peserta juga hadir dari berbagai pemerintah daerah di luar Bali, di antaranya Sulikah dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Halim dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang turut aktif dalam sesi diskusi.

Tingginya minat terhadap topik yang diangkat juga tercermin dari jumlah penonton yang menembus lebih dari 500 orang. Capaian ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai Profiling ASN, pengembangan potensi, kompetensi, dan karier memiliki relevansi yang luas bagi ASN di berbagai wilayah Indonesia.

Karena itu, “PRO ASN UNLOCKED” menjadi sebuah ajakan agar ASN mampu membuka dan memahami potensi dirinya. Mengetahui profil adalah langkah awal; yang lebih penting adalah bagaimana hasil tersebut diterjemahkan menjadi rencana pengembangan, peningkatan kompetensi, dan arah karier yang lebih terencana.