Dorong Semangat Literasi Menulis, Kanreg X BKN Gelar Webinar
Denpasar. Dalam upaya meningkatkan literasi menulis dan kesadaran akan pentingnya pelindungan kekayaan intelektual di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Kantor Regional X BKN Denpasar melalui Buletin Kepegawaian X-Media menggelar webinar bertajuk “Karya Bermakna, Karya Terjaga: Seni Menulis, Pelindungan Kekayaan Intelektual” pada Kamis (13/03) secara daring. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Profesor Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H.
Dalam arahannya, Prof. Zudan menekankan bahwa menulis merupakan puncak dari proses belajar dan membaca. “Ketika kita lahir, kita belajar berbicara. Kemudian saat bersekolah, kita belajar membaca dan menulis. Namun, menulis adalah keterampilan yang harus terus dipelihara dan dikembangkan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa melalui tulisan, seseorang dapat menggambarkan peristiwa masa lalu, merekam kejadian masa kini, dan meninggalkan warisan pemikiran bagi generasi mendatang.

Lebih jauh, Kepala BKN mengajak seluruh ASN untuk menjadikan menulis sebagai bagian dari perjalanan intelektual mereka. “Orang yang paling bijak dan pintar adalah mereka yang karyanya tetap bermanfaat meskipun ia telah tiada. Ada filosofi yang mengatakan, ‘agar pemikiran kita tidak punah, tuliskan dan publikasikan.’ Sebagai ASN, kita selalu berhubungan dengan tulisan, baik dalam laporan, kajian kebijakan, maupun karya ilmiah. Maka dari itu, menulis bukan hanya keterampilan, tetapi juga tanggung jawab intelektual kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Zudan juga berbagi refleksi kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin harus berani membuka jalan baru. “Seorang leader memiliki tugas yang tidak mudah. Jika Anda seorang pengikut (follower), jadilah pengikut yang baik. Namun, jika Anda seorang pemimpin, buatlah jalan baru yang lebih efektif dan efisien. Ketika kita menciptakan jalan baru, pasti ada risiko dibully, dicemooh, dan dianggap tidak realistis. Namun, sering kali ide besar memang melampaui zamannya. Itu yang disebut sebagai kepemimpinan futuristik,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Sementara itu, Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Dr. Yudhantoro Bayu Wiratmoko, S.Kom, MMSI, menyampaikan bahwa webinar ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala BKN untuk meningkatkan literasi menulis di kalangan ASN. “Kami berharap kegiatan ini dapat membekali peserta dengan keterampilan dasar menulis serta pemahaman mendalam mengenai pelindungan kekayaan intelektual,” ujarnya.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Ida Bagus Made Danu Krisnawan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali, membahas urgensi serta tata cara pendaftaran hak cipta dalam rangka pelindungan kekayaan intelektual. Sementara itu, narasumber kedua, Iwan Darmawan, seorang sastrawan, wartawan, fotografer, dan videografer, berbagi tips jitu dalam menulis serta membangun kreativitas dalam berkarya.
Kegiatan yang diikuti hampir 800 peserta dari Sabang hingga Jayapura ini berlangsung interaktif. Para peserta sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber. Ini menunjukkan bahwa minat ASN dalam menulis dan memahami hak kekayaan intelektual semakin meningkat.
Dalam sesi penutupan, Pemimpin Redaksi X-Media, Dr. I Ketut Buana, S.E., M.Si., Ak., CA, menegaskan bahwa webinar ini menghadirkan konsep yang menyeluruh, mulai dari kelahiran sebuah karya hingga pelindungan kekayaan intelektualnya. “Kami berharap keterampilan menulis yang diperoleh dari webinar ini dapat menjadi bekal bagi ASN dalam menciptakan karya yang bermanfaat sepanjang masa. Pelindungan kekayaan intelektual di hilir menjadi hal yang tak kalah penting untuk memastikan bahwa hasil pemikiran kita tetap terjaga dan dihargai,” tuturnya.
Kontribusi Kantor Regional X BKN Denpasar melalui X-Media diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan budaya menulis di kalangan ASN. Dengan menulis, kita tidak hanya mengabadikan pemikiran, tetapi juga membangun peradaban yang lebih maju dan tercerahkan. Webinar ini bukan sekadar ajang berbagi ilmu, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam mendorong ASN untuk berkontribusi dalam dunia literasi menulis pada khusunya. (boent).





