Deputi SIDIGI Tinjau Seleksi CASN di Sabu Raijua: Komitmen Hadirkan Proses Seleksi yang Transparan dan Akuntabel di Seluruh Pelosok Negeri
Sabu Raijua,NTT — Komitmen Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) ditunjukkan melalui kunjungan langsung Deputi Bidang Sistem Informasi dan Digitalisasi Manajemen ASN (SIDIGI), Suharmen, ke lokasi tes mandiri instansi di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (07/05). Tilok ini merupakan salah satu tilok terluar, dimana Kabupaten Sabu Raijua masih termasuk salah satu daerah 3T di Indonesia.
Didampingi Kepala Kantor Regional X BKN, Yudhantoro Bayu Wiratmoko, dan Kepala Bidang Informasi Kepegawaian Kanreg X, Ketut Buana, kunjungan ini disambut hangat oleh Wakil Bupati Sabu Raijua, Sekretaris Daerah, Plt Kepala BKPSDM, serta Asisten Setda. Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran Badan Kepegawaian Negara hingga ke titik terluar NKRI, untuk memastikan pelaksanaan seleksi kompetensi CASN berjalan lancar dan sesuai prinsip meritokrasi.
Dalam arahannya, Deputi SIDIGI menyampaikan bahwa skema kelulusan dalam seleksi ini tidak lagi berbasis passing grade, melainkan menggunakan sistem peringkat (ranking) dengan pengelompokan prioritas. Peserta yang memiliki masa kerja lebih dari dua tahun, berasal dari eks Tenaga Honorer Kategori II (THK-II), dan yang terdata dalam database BKN diberikan prioritas dalam pengelompokan kelulusan. Suharmen menegaskan bahwa pengadaan CASN dengan skema istimewa ini bersifat sementara dan tidak akan berlangsung terus-menerus. Berikutnya, seluruh proses pengadaan ASN akan kembali ke jalur reguler. Karena itu, ia mengingatkan peserta untuk memanfaatkan peluang terbatas ini sebaik mungkin.
Kepada para peserta ujian, Deputi SIDIGI memberikan motivasi agar berkonsentrasi penuh selama mengerjakan soal. Ia menjelaskan bahwa soal-soal ujian pada dasarnya mudah dan dapat dijawab dengan baik apabila peserta tenang, membaca dengan cermat, dan memperhatikan waktu yang tersedia. “Jangan sampai waktu habis dan sistem menutup sendiri. Lihat sisa waktu, hitung mundur itu penting,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjawab semua soal, dan tidak membiarkan kolom jawaban kosong, karena hal itu akan merugikan peserta sendiri. Menurutnya, sistem seleksi ini dirancang dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas tinggi. Nilai ujian langsung ditayangkan secara live melalui kanal YouTube dan hasilnya juga langsung muncul di aplikasi peserta setelah sesi berakhir.
Deputi SIDIGI menegaskan bahwa sistem CAT milik BKN telah mendapatkan penghargaan Public Service Award karena keamanannya yang tinggi. “Tidak ada satu pun, bahkan pimpinan BKN, yang bisa mengintervensi hasil seleksi. Kalau ada yang mengaku bisa meluluskan, itu pasti penipuan,” tegas Deputi menutup arahannya.
Kehadiran langsung pejabat tinggi BKN ke wilayah terluar ini menunjukkan keseriusan BKN dalam menjaga integritas seleksi ASN di seluruh penjuru negeri, tanpa terkecuali (boent).








