X-POV Seri 12 Penutup Tahun 2025: Menjaga Kesehatan Mental ASN untuk Produktivitas Layanan Publik
Denpasar. Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (Kanreg X BKN) menutup rangkaian kegiatan X-POV (Kanreg X Point of View) di tahun 2025 dengan mengangkat tema “Stress Less, Achieve More: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental ASN untuk Produktivitas Layanan Publik.” Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Selasa (30/12) dan diikuti oleh ASN dari berbagai instansi sebagai ruang refleksi akhir tahun terhadap dinamika kerja dan tantangan pelayanan publik.
Mewakili Kepala Kanreg X BKN, Ketua Tim Kerja Pembinaan Manajemen ASN Ni Komang Ety Hertiani dalam pembukaan menyampaikan bahwa kesehatan mental dalam pelayanan publik menjadi satu hal penting karena dapat berdampak pada layanan publik yang lebih baik. ASN yang sehat secara mental lebih mampu memberikan pelayanan yang empatik dan berkualitas. Selain itu, dengan kesehatan mental yang baik maka fokus dan kreativitas dapat meningkat dan pengambilan keputusan dapat lebih tepat.
Tema kesehatan mental dipilih sebagai penutup X-POV 2025 karena semakin kompleksnya tuntutan kinerja ASN, perubahan pola kerja, serta tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan publik. Dalam konteks tersebut, kesehatan mental ASN dipandang sebagai fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, dan relasi kerja yang sehat.
X-POV seri ke-12 ini menghadirkan Mufliha Fahmi, M.Psi., Psikolog, seorang Psikolog Klinis yang berpengalaman dalam layanan psikologi individu, keluarga, serta intervensi psikologi komunitas. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa stres merupakan bagian dari kehidupan kerja yang tidak dapat dihindari, namun perlu dikelola secara sehat agar tidak berkembang menjadi kelelahan kerja (burnout) yang berdampak pada kinerja dan kesejahteraan psikologis ASN.
Melalui kerangka Mental Health Pyramid dan Teori Ekologi Bronfenbrenner, disampaikan bahwa kesehatan mental ASN tidak hanya ditentukan oleh kekuatan individu, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial, budaya kerja, serta sistem dan kebijakan organisasi. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental ASN memerlukan pendekatan yang holistik, melibatkan peran individu, pimpinan, dan organisasi secara bersama-sama.
Diskusi yang dipandu oleh Diah Ratih, Analis SDMA Ahli Muda dari Kanreg X BKN ini berlangsung interaktif dan reflektif. Peserta diajak untuk memahami bahwa perhatian terhadap kesehatan mental bukanlah bentuk penurunan standar profesionalisme, melainkan bagian dari upaya membangun ASN yang tangguh, empatik, dan mampu memberikan layanan publik secara optimal dan berkelanjutan.
Sebagai penutup rangkaian X-POV tahun 2025, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum refleksi bersama bagi ASN untuk menata ulang cara bekerja yang lebih sehat dan manusiawi. Kanreg X BKN berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang dialog yang relevan dan inklusif sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia ASN dalam mendukung birokrasi yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. (Diah)








