Pra-Ekspose Ke-III Manajemen Talenta Kab. Jembrana : Komitmen Kuat Membangun Sistem Merit Yang Berkelanjutan
Denpasar. Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (Kanreg X BKN) memfasilitasi pelaksanaan Pra-Ekspose Ke-III Manajemen Talenta Kabupaten Jembrana yang diselenggarakan secara daring pada Rabu (18/02). Kegiatan ini sebagai evaluasi lanjutan implementasi manajemen talenta sekaligus memastikan kesiapan instansi menuju ekspose final.
“Pelaksanaan pra-ekspose ke-III bertujuan menunjukkan progres nyata usai evaluasi pra-ekspose tahap sebelumnya. Kabupaten Jembrana telah menyiapkan dokumen, data, dan pemanfaatan aplikasi SIMATA secara lebih lengkap, tertata, dan sistematis. Progres tersebut mencerminkan pembelajaran organisasi sekaligus komitmen kuat pemerintah daerah dalam membangun sistem merit yang berkelanjutan.” Hal tersebut disampaikan Kepala Kanreg X BKN Satya Pratama saat memberikan sambutan.
Sementara itu I Made Budiasa Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana mengatakan bahwa kesiapan tidak hanya diukur dari kelengkapan dokumen, tetapi juga dari konsistensi pembaruan data, integrasi sistem, serta pemanfaatannya dalam pengambilan keputusan kepegawaian. “Tantangan berupa ketersediaan SDM akibat keterbatasan jumlah pegawai, jabatan kosong serta rencana pensiun menjadi perhatian strategis dalam pengelolaan talenta daerah.”
Made Budiasa pun berharap pra-ekspose ini menjadi fondasi menuju tahap ekspose resmi dan menargetkan pelaksanaan ekspose pada akhir Februari 2026 setelah seluruh rekomendasi ditindaklanjuti.
Tak hanya Kepala Kantor Regional X BKN dan Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, kegiatan ini juga dihadiri Direktur Pengembangan Talenta dan Karier ASN, Plt. Kepala BKPSDM Kabupaten Jembrana, Tim Teknis Pembangunan Manajemen Talenta Direktorat Pengembangan Talenta dan Karier ASN, Tim Teknis Kabupaten Jembrana, serta Tim Kerja Pembinaan Manajemen ASN Kanreg X BKN.
Dalam sesi paparan teknis, Tim Pembangunan Manajemen Talenta Kabupaten Jembrana menyampaikan bahwa Pilar I yakni kelembagaan Manajemen Talenta dan Pilar II Sistem Informasi Manajemen talenta telah terpenuhi secara lengkap, sementara Pilar III Desain Manajemen Talenta, masih memerlukan pendampingan lanjutan khususnya dalam penyusunan rumpun jabatan, strategi retensi talenta, dan penyusunan Individual Development Plan (IDP).
Distribusi hasil pemetaan talenta melalui aplikasi SIMATA menunjukkan perkembangan positif, dengan sejumlah pegawai telah menempati kotak 8 dan 9. Tercatat sebanyak 10 pegawai jabatan administrasi berada pada kotak 9, 20 pegawai pada kotak 8, dan 1 pegawai pada kotak 7, meskipun mayoritas ASN masih berada pada kotak 3. Dari total 4.789 ASN, data kompetensi yang tersedia saat ini berjumlah 569 data, sehingga optimalisasi pengisian data kompetensi masih menjadi prioritas penguatan.
Dalam sesi review dan diskusi, sejumlah rekomendasi teknis disampaikan, antara lain pentingnya penataan data perpindahan pegawai antar unit organisasi agar tidak terjadi duplikasi pada aplikasi SIMATA, pembaruan jenis rumpun jabatan yang saat ini berjumlah 69 rumpun, serta penguatan sosialisasi pembaruan data kepada perangkat daerah. Selain itu, optimalisasi penilaian 360 derajat, perhatian terhadap perubahan nilai kompetensi akibat promosi jabatan, serta penyusunan strategi retensi talenta yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi menjadi poin penting yang dibahas bersama.
Meski beberapa aspek masih perlu penyempurnaan, secara umum kesiapan Kabupaten Jembrana dinilai sangat baik. Pemerintah Kabupaten Jembrana diharapkan dapat segera melangkah menuju tahap ekspose resmi dan mewujudkan sistem manajemen talenta ASN yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas kinerja organisasi. Dukungan pembinaan dari Direktorat Pengembangan Talenta dan Karier ASN BKN serta Kanreg X BKN turut menjadi faktor kunci dalam memperkuat implementasi manajemen talenta di daerah. (Diah)








